Photos

3-latest-1200px-slider

Review Drama "When Life Gives You Tangerines"


Review Drama "When Life Gives You Tangerines"

Halo, Sobat VloCind! Apa kabarnya? Semoga sehat selalu ya. Sudah lama diriku tidak posting, pada kangen ga nih? Hehehe :) Tanpa basa basi lagi, langsung aja kita bahas drama korea yang lagi hits banget di bulan Maret 2025, yaitu When Life Gives You Tangerines.

Drama seri dari negeri ginseng alias Korea Selatan ini dimainkan oleh aktor dan aktris yang sudah terkenal dengan kemampuan akting yang ga kaleng-kaleng, yaitu IU (Lee Ji-Eun), Park Bo-Gum, Moon So-Ri, dan Park Hae-Joon. Drama ini tayang di aplikasi Netflix, dan langsung rilis 4 episode setiap minggunya.

Drama ini menceritakan kehidupan Oh Ae-Sun dari kecil hingga lansia. Oh Ae-Sun muda diperankan oleh IU, sedangkan Oh Ae-Sun senior dimainkan oleh Moon So-Ri. Drama ini berlatar waktu 1960-an. Oh Ae-Sun yang tinggal di pulau Jeju ini memiliki karakter yang pemberani, baik, tegas, lemah lembut, periang, dan jenius. Sayangnya, Oh Ae-Sun hidup dengan keadaan ekonomi  yang sulit, sehingga sering dipandang sebelah mata dan dihina orang. Belum lagi, Oh Ae-Sun telah menjadi yatim sejak usianya masih balita, dan Ibunya sering mengirim dia untuk dirawat  oleh Pamannya yang jahat. Hidup Oh Ae-Sun penuh dengan perjuangan, meski begitu Oh Ae-Sun selalu ditemani oleh Yang Gwan-Sik yang diperankan oleh Park Bo-Gum (pada saat menua diperankan oleh Park Hae-Joon). Yang Gwan-Sik selalu mengikuti Oh Ae-Sun kemanapun dia pergi.

Oh Ae-Sun tidak pernah menyerah dalam hidupnya. Menjadi anak yatim saat masih balita, menjadi yatim piatu ketika masih menjadi anak SD, ekonomi  yang sulit sehingga putus sekolah, kehilangan anak bungsunya, tidak menjadi penghalang bagi Oh Ae-Sun untuk menikmati hidupnya dan meraih impiannya.

Rentetan peristiwa sedih dan juga bahagia semuanya Oh Ae-Sun alami, mulai dari  kehidupan yang sangat miskin, meminta bantuan sana-sini, sampai akhirnya hidup berkecukupan dan mencapai cita-citanya sebagai penyair di Korea Selatan setelah bertahun-tahun berjuang. Tidak hanya menceritakan perjuangan hidup Oh Ae-Sun, tapi drama ini juga menceritakan perjuangan hidup dari berbagai sisi, mulai dari perjuangan Yang Gwan-Sik sebagai ayah dan pencari nafkah, Yang Geum-Young sebagai anak sulung perempuan yang merantau di kota Seoul, Yang Eun-Young sebagai anak lelaki yang berjuang membanggakan orang tuanya.

Drama ini disajikan dengan gaya yang mampu mehangatkan hati serasa seperti sedang ditepuk pundaknya ketika nonton drama ini. Drama ini juga menyajikan kehidupan nyata para haenyeo di pulau Jeju. Cocok banget sama yang suka drama slice of life ditambah bumbu perjuangan. Buat Sobat VloCind yang lagi nyari semangat untuk berjuang wajib banget nonton drama ini. Karena drama ini akan mengingatkan Sobat VloCind untuk tidak pernah menyerah, dan selalu menikmati berkat dan karunia dalam hidup. Jangan lupa siapin tisu kalau mau nonton drama satu ini. Beberapa kata-kata mutiara yang diriku ingat dari drama ini adalah...

"Masa depan hanya dapat kita ketahui dengan menjalaninya"

"Hidup bukan tentang menunggu badai berlalu, tapi juga harus belajar caranya menari dalam hujan."

With love,


VloCind


STRESS, COVID-19, and RESILIENCE



Bonjour! Siapa yang tidak pernah stres? Nampaknya, hampir tidak ada manusia yang tidak pernah stres, ataupun cemas ya. Tapi, apakah Sobat VloCind pernah memikirkan tentang stress atau rasa cemas itu sendiri? Ada baiknya kita membahasnya lebih dalam lagi untuk menanggulangi dan mengelola secara menyeluruh perasaan gundah gulana ini.


Dewasa kini, stres memiliki banyak definisi, ada yang bilang stres itu jika tak punya uang untuk makan, ada juga yang bilang stres itu kalau makan sendirian. Ya begitulah manusia. Meski beda-beda hal yang membuat stres (atau biasa disebut dengan stressor), tetap saja setiap manusia mengalami stres dalam hidupnya. Konsep "stres" sudah ada sejak zaman Romawi kuno dan digunakan untuk merujuk kepada tekanan fisik, seperti kelelahan bekerja membangun jembatan, colloseum, dan lainnya. Konsep stress baru benar-benar diteliti setelah abad ke-19, dan sejak saat itu konsep stres masih terus menjadi topik menarik bagi para peneliti, baik di bidang fisiologi, medis, hingga psikologi (Robinson, 2018).


Lantas apa sih ciri-ciri stres? Tidak mudah untuk menyadari apakah kita sedang stres atau tidak. Tetapi setidaknya kita bisa menguji beberapa karakteristik ini pada diri kita. Berikut ciri-ciri atau gejala stres dilansir dari laman nhs.uk.

Gejala fisik

  • Sakit kepala, dan/atau pusing
  • Otot yang tegang atau nyeri
  • Mengalami masalah pencernaan
  • Sakit dada, dan/atau detak jantung yang lebih cepat dari biasanya
Gejala psikis
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kesulitan mengambil keputusan
  • Merasa gelisah, galau, gundah gulana, ketidaktenangan hati
  • Terus menerus khawatir
  • Mudah lupa
Perubahan perilaku
  • Mudah tersinggung
  • Terlalu banyak tidur atau kurang tidur
  • Terlalu banyak makan atau kurang nafsu makan
  • Menghindari tempat atau orang tertentu
  • Minum minuman beralkohol secara berlebih atau merokok lebih sering

Pandemi Covid-19 mungkin menjadi titik puncak stres kita. Siapa yang tidak stres di era pandemi ini? Memang kita memimpikan liburan panjang, tapi bukan yang seperti ini. Tetapi, jika kita tidak dikarantina, hal yang lebih buruk akan terjadi (Brooks, 2020). Kita harus punya resilience atau semangat juang yang tiada habisnya (suppose to speak). Dengan resilience, kita dapat menjadi pribadi yang cepat bangkit lagi setelah banyaknya pergumulan bahkan kegagalan yang kita alami dan hadapi. Dilansir dari laman mindtools.com, ada beberapa langkah supaya kita menjadi pribadi yang resilience.

  • Belajar untuk rileks. Bisa dilakukan dengan cara menciptakan rutinitas tidur yang baik, olahraga, atau meditasi (seperti olah nafas).
  • Latihan untuk selalu thought-aware, atau orang zaman sekarang sebut mindfulness. Terus kelola pikiran, sadari pikiran mana yang negatif, dan ujilah apakah benar demikian atau tidak. Pikiran yang tidak benar apalagi yang negatf lebih baik tidak usah dipikirkan.
  • Ubah perspektif atau pola pikir terhadap situasi buruk, dengan melakukan cognitive-restructuring. Cognitive-restructuring adalah teknik yang berguna untuk memahami perasaan dan suasana hati yang tidak bahagia, dan untuk menantang "judgement yang dipegang" yang terkadang salah yang ada di belakangnya. Suasana hati yang buruk tidaklah menyenangkan, dapat mengurangi kualitas kinerja, dan merusak hubungan dengan orang lain. Cognitive-restructuring membantu Anda mengubah pemikiran negatif atau menyimpang yang sering berada di balik suasana hati ini. Dengan demikian, ini membantu Anda mendekati situasi dalam kerangka berpikir yang lebih positif (Cognitive Restructuring: Reducing Stress by Changing Your Thinking, 2014).



  • Belajar dari kesalahan dan kegagalan. Selalu ambil hikmah dari setiap kejadian, akan selalu ada "post-traumatic growth".
  • Pilah-pilih respon. Semua orang mengalami masalah, tapi setiap orang memiliki respon yang berbeda-beda. Ingat selalu bahwa kita selalu punya pilihan.
  • Pertahankan perspektif. Orang-orang yang resilience memahami bahwa, meskipun krisis mungkin tampak luar biasa pada saat itu, hal itu mungkin tidak berdampak besar dalam jangka panjang. Cobalah untuk menghindari membesarkan-besarkan masalah.
  • Tetapkan tujuan. Jangan sampai kehilangan arah dalam hidup ini. Dalam tujuan hidup pergunakan SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, Timebound).
  • Bangun rasa percaya diri. Orang yang resilience yakin bahwa pada akhirnya pasti jadi sukses, terlepas dari kemunduran atau tekanan yang mungkin dihadapi. Rasa percaya diri juga memungkinkan untuk mengambil risiko: ketika mengembangkan kepercayaan diri dan rasa diri yang kuat, kita memiliki kekuatan untuk terus bergerak maju, dan untuk mengambil risiko yang Anda butuhkan untuk maju.
  • Miliki hubungan yang kuat dengan orang-orang terkasih. Orang-orang yang memiliki koneksi yang kuat lebih tahan terhadap stres, dan lebih bahagia.
  • Jadilah fleksibel. Orang yang resilience memahami bahwa segala sesuatunya berubah dan bahwa rencana yang dibuat dengan hati-hati, kadang-kadang, perlu diubah atau dibatalkan.



References

Brooks, S. K., Webster, R. K., Smith, L. E., Woodland, L., Wessely, S., Greenberg, N., & Rubin, G. J. (2020). The psychological impact of quarantine and how to reduce it: rapid review of the evidence. The lancet395(10227), 912-920. 

Cognitive Restructuring: Reducing Stress by Changing Your Thinking. (2014). Mindtools.com. https://www.mindtools.com/pages/article/newTCS_81.htm

Developing Resilience: Overcoming and Growing from Setbacks. (2017). Mindtools.com. https://www.mindtools.com/pages/article/resilience.htm

NHS Choices. (2022). Stress. https://www.nhs.uk/mental-health/feelings-symptoms-behaviours/feelings-and-symptoms/stress/

Robinson, A. M. (2018). Let’s talk about stress: History of stress research. Review of General Psychology, 22(3), 334–342. doi:10.1037/gpr0000137 

Chrome Extensions that Will Make Your Campus Lyfe Easier


Hola, VloCind Friends! How are you today? Semoga sehat rohani dan jasmani ya. Buat kamu Sobat VloCind yang masih kuliah, pasti sibuk dan pusing mengerjakan never-ending assignment dari para lecturer tercinta. I got your back, darling! Kali ini, VloCind mau kasih rekomendasi Chrome Extensions yang bakal meringankan pundak Sobat VloCind semua. Let's go!


MyBib

Mengerjakan tugas yang sumbernya dari artikel internet pasti membuat Sobat VloCind bingung bikin sitasi dan referensi di Daftar Pustaka. Tenang, ada chrome extensions namanya MyBib. MyBib ini bakal membantu kamu membuat sitasi dan referensi untuk Daftar Pustaka. Caranya gampang, cukup klik, nanti MyBib akan meng-copy dan siap deh di-paste ke tugas kamu. Selain itu, style yang ditawarkan beragam, jadi bisa menyesuaikan style sitasi yang diminta dosen. Ditambah lagi, MyBib ini juga dapat memberitahukan apakah sumber ini dapat dipercaya atau tidak.











Dualless
Buat Sobat VloCind yang suka mengerjakan tugas dari jurnal ilmiah yang berbahasa asing terus diterjemahkan ke bahasa Indonesia demi menghindari plagiarisme, YOU ARE NOT ALONE! VloCind juga begitu. Sayangnya, hal itu bikin kita lelah dan letih lesu karena harus bulak-balik tab atau bahkan window di Chrome. Nah, Dualless adalah solusinya (yeay!). Dengan Dualless, dua window menjadi satu, jadi tidak perlu buka tutup. Dan kita bisa pilih perbandingannya juga.











Momentum
Sobat VloCind pasti ingin punya laptop atau minimal tampilan browser yang aesthethic 'kan? Momentum will make you eyegasm! Momentum membuat tampilan new tab Chrome jadi lebih indah dengan foto-foto landscape bumi yang memuaskan jiwa. Plus, kita bisa bikin to-do list dan bahkan melihat prediksi cuaca untuk daerah kita (jikalau tidak sesuai dengan lokasinya, bisa diatur kok). Ohiya, gambar yang disajikan dapat berubah-ubah loh. Ditambah, ada kata-kata mutiara yang bisa bikin hati semangat lagi mengerjakan tugas yang sudah menumpuk bagaikan baju kotor.












AdBlock
Jikalau mata Sobat VloCind lelah melihat iklan yang lalu-lalang tidak jelas, AdBlock solusinya. AdBlock, sesuai dengan namanya, berfungsi untuk mem-block iklan sehingga tampilan situs yang dibuka lebih ringkas, dan lebih cepat selesai loadingnya. Cara kerjanya sederhana (bagi user), cukup install aja, dan AdBlock akan segera do the job, yeay!







Grammarly
English got you a headache? Don't worry! Sekarang buat para lidah yang me-lokal, bakal senang sekali dengan kehadiran Grammarly, yang dapat menolong Sobat VloCind dalam mengerjakan tugas yang menggunakan bahasa Inggris. Grammarly bakal memberikan kamu suggestion grammar yang tepat dan bahkan dapat memberi tahu Sobat VloCind, kira-kira teks itu membuat suasana hati pembaca akan seperti apa setelah membacanya. Awesome!